Contoh biografi tokoh sastrawan
Home / General Biography Information / Contoh biografi tokoh sastrawan
Sekalipun dia merupakan salah satu putri dari Lurah Hasyim, penampilannya tetap sederhana.
Selain itu, Djarnawi Hadikusuma yang berstatus sebagai keponakannya turut menambahkan jika bibinya itu tidak senang mengenakan perhiasan mewah, serta teguh pendiriannya dalam memegang syariat Islam. Rendra dikenal memiliki kepribadian sastra yang independen, sehingga tidak tergolong dalam angkatan tertentu.
W.S Rendra meninggal pada 6 Agustus 2009, meninggalkan warisan puisi dan drama yang abadi.
Dia adalah anak keenam dari Haji Hasyim Ismail, sedangkan keluarganya dikenal dengan sebutan “Bani Hasyim Kauman”, yang menjadi pendukung gerakan Muhammadiyah.
Munjiyah merupakan salah satu wanita generasi awal di Hindia Belanda yang mempunyai latar belakang pendidikan yang baik. Pada tahun itu juga, tepatnya tanggal 14 Juni 1973, dia menikah dengan sejarawan Malaysia bernama Khasnor Johan.
Menurutnya, otak Indonesia harus diasah menyamai otak Barat. Kedua orang tuanya menikah tanggal 7 Agustus 1934 dan tinggal di Elwood, Victoria (kota di pinggiran Melbourne) saat dia lahir. Namun, dia akhirnya dikenal sebagai pakar mengenai peran politik tentara Indonesia di kemudian hari dan sebagian besar karya-karyanya banyak berkaitan dengan kondisi politik Indonesia pada masa Orde Baru.
Crouch lahir tanggal 18 Juli 1940 dengan nama Harold Arthur Crouch di Rumah Sakit Mercy yang berada di Melbourne, Victoria, Australia.
Mahsun
Mahsun berpendapat teks biografi merupakan teks naratif yang memiliki tujuan ingin menceritakan tahapan kehidupan seseorang, yang mencakup fakta dan riwayat hidup sosok tokoh yang diceritakan. Karyanya yang terkenal antara lain "Aku", "Krawang-Bekasi", dan "Deru Campur Debu" yang menggambarkan perjuangan dan eksistensialisme.
2.
Pendahuluan juga dapat mencakup latar belakang keluarga, pendidikan, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan sastrawan dalam dunia sastra.
2. Sutan Takdir Alisjahbana
Penulis Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana. Dia lantas rutin melakukan diskusi dengan berbagai pihak dan membaca buku yang berkaitan dengan Islam, terutama karya Fazlur Rahman, Nurcholis Madjid, dan Harun Nasution.
Selanjutnya, tim Indonesia melawan tuan rumah Thailand di pertandingan kedua dan Firman bertemu dengan pemain yang lebih berat dari sebelumnya, yaitu Pannawit Thongnuam. Foto: Sjamsuddin/Wikimedia Commons |
Lahir: Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908.
Ia dikenal sebagai Sastrawan Indonesia yang banyak berorientasi ke dunia Barat.
Komiknya itu penuh dengan kata-kata serapah dan adegan kekerasan.
Namun, sejak tahun 2006, dia tidak lagi melanjutkan komik tersebut dan berhenti di volume 16. Kumpulkan informasi yang lengkap mengenai kehidupannya, karya-karya yang dihasilkan, pengaruhnya dalam dunia sastra, dan kontribusinya terhadap masyarakat. Banyak tulisannya yang mengisi beberapa surat kabar, sebut saja Oetoesan Melajoe dan Tjaja Soematera (Danardana, 1996/1997: 21).
Ajip Rosidi menggolongkan Abas Sutan Pamuntjak nan Sati sebagai pengarang periode 1900- 1933, dalam peta perjalanan sastra Indonesia.
Karya-karya Abas berupa novel, puisi dan feuilleton.
Teks biografi adalah karya sastra yang ditulis oleh orang lain, sedangkan teks autobiografi adalah karya yang ditulis oleh diri sendiri.
Biografi portrayal adalah biografi yang menceritakan seorang tokoh, sedangkan biografi ilmiah adalah biografi yang menceritakan seorang tokoh berdasarkan analisis dan penggunaan konsep-konsep tertentu yang membentuk suatu cerita sejarah.
Teks biografi biasanya menonjolkan kelebihan, kiprah, masalah hidup, dan pengorbanan seorang tokoh.
Ibadah sendiri memiliki berbagai macam cakupan ketaatan yang tampak dari lisan dan anggota badan.
Munjiyah menikah dengan K.H. Ghozali yang juga berasal dari Kauman, tetapi pernikahan tersebut tidak harmonis.
Dia juga memanfaatkan budaya lokal sebagai media berdakwah.
Sangidu juga mencoba mengubah adat pernikahan masyarakat agar hanya memberikan suguhan yang sederhana, dan dia pernah mengusahakan ketepatan 1 Syawal (yang merupakan tanggal jatuhnya Idulfitri dalam kalender Hijriah) dengan menggunakan metode rukyat bil aini (mengamati dengan penglihatan) alih-alih perhitungan aboge (tahun Jawa).
Apa yang membuat mereka begitu unik dan tak terlupakan?