Gelar pahlawan suharto biography
Home / Political Leaders & Public Figures / Gelar pahlawan suharto biography
Ia juga sering diajak ke sawah untuk menggaru. Meski demikian, sejak kecil Soeharto dikenal disiplin dan tekun, dua sifat yang kelak membentuk karakter kepemimpinannya.
Awal Perjalanan Karier
Perjalanan karier Soeharto dimulai ketika ia masuk menjadi anggota KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda).Gelar Pahlawan Nasional
Pemerintah resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November 2025. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Presiden kedua RI Soeharto menjadi salah satu yang dinilai layak dan memenuhi syarat pemberian gelar Pahlawan Nasional."Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat hingga (ulama) Syaikhona Kholil juga memenuhi syarat," kata Gus Ipul di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 9 November 2025.
Dia mengatakan banyak nama-nama pejuang dari berbagai provinsi di Indonesia yang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Setelah bercerai, ibunya menikah dengan Purnama (Atmopawiro).
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini. Bersama Umar Slamet, Soeharto memimpin BKR Jogja dengan persenjataan yang tidak memadai. Namun, ia juga pernah dipecat oleh Jenderal AH Nasution pada 17 Oktober 1959 karena diketahui menyalahgunakan institusi militernya.
Pemberhentian itu justru membuat karier Soeharto melejit.
Dengan posisi Prabowo sebagai Presiden, potensi konflik kepentingan sangat terlihat jelas.
Militer maupun angkatan bersenjata lekat dengan citra represif dan pelanggaran HAM, meskipun fungsi militer tetap krusial sebagai alat pertahanan negara.
Pada episode SuarAkademia kali ini, kami ngobrol dengan Eunike Setiadarma dari Northwestern University tentang bagaimana politik kepahlawanan kerap mengabaikan peran masyarakat biasa dalam sejarah.
Riset menunjukkan bahwa figur anak dalam film Indonesia konsisten digunakan untuk merepresentasikan identitas ideal warga negara.
Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Jasanya
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.
Tujuan program ini mulanya adalah membebaskan murid-murid dari biaya pendidikan. Ia menjadi satu dari 10 tokoh yang diberikan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Penganugerahan itu diberikan langsung kepada ahli warisnya yang hadir di Istana, yakni Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana.
Berdasarkan pemaparan, Soeharto dikategorikan sebagai pahlawan bidang perjuangan.
Tidak lama, Soeharto dipromosikan jadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965.
Dalam Pemberontakan G30S/PKI yang terkenal, kiprah Soeharto mencuat, memberinya jalan menjadi orang nomor 1 di Republik Indonesia. Setelah itu, ia bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada masa pendudukan Jepang.
Usai proklamasi kemerdekaan, Soeharto menjadi bagian dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan terpilih sebagai Wakil Ketua BKR Yogyakarta untuk mempertahankan kemerdekaan RI.
Ia tercatat memimpin sejumlah operasi penting, salah satunya merebut kembali Yogyakarta dari Belanda pada tahun 1949, yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.
Lukisan Soeharto.
Bersama Soeharto, 9 nama tokoh lain juga diberikan tanda gelar kepada ahli warisnya.
Disadur dari detikNews, pemberian gelar Pahlawan Nasional dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta pada Senin (10/11/2025). Ia kemudian memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade melalui enam kali pemilu, sebelum akhirnya mengundurkan diri usai ada demo besar-besaran pada Mei 1998.
Di samping itu, maraknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) juga jadi sorotan. Bacharuddin Jusuf Habibie yang sebelumnya berposisi sebagai wakil presiden, naik menggantikan Soeharto.
Sepuluh tahun setelah meletakkan posisinya sebagai presiden, kesehatan Soeharto menurun. Sosoknya dikenal sebagai wakil komandan BKR Jogja yang memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru tahun 1945.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa Kecil Soeharto
Berdasar keterangan dari dokumen unggahan Perpustakaan IIQ An Nur Yogyakarta, Soeharto lahir tanggal 8 Juni 1921 di Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Jogja.
Ia kembali ke Jogja dan mendaftar Keibuho. Mengingat, pertumbuhan yang masif berpotensi menyebabkan masalah kelaparan hingga kurangnya lapangan pekerjaan. Salah satunya, ia turut serta dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Keberaniannya membuat Soeharto diangkat menjadi Komandan Resimen III Divisi IX dengan pangkat letnan kolonel.
Peranan Soeharto dalam tubuh tentara Indonesia tidak bisa dipandang remeh.
Tiap lima tahun sekali, ia terpilih menjadi presiden lagi.
Tercatat, per 1968, Soeharto mengemban amanah baru sebagai Presiden RI.
Soeharto menjabat Presiden RI selama 32 tahun. Kedekatan Presiden Soekarno dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga menimbulkan kecurigaan dan memicu gelombang protes besar di berbagai daerah.
Dalam situasi genting tersebut, pada 11 Maret 1966, Soekarno menerbitkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberikan mandat kepada Soeharto untuk mengambil langkah-langkah strategis demi menjaga keamanan dan ketertiban negara.
Melalui kewenangan Supersemar, Soeharto mulai mengambil alih kendali pemerintahan.