Gambar pahlawan pangeran antasari jakarta

Home / Historical Figures / Gambar pahlawan pangeran antasari jakarta

Ia memiliki peran besar dalam sejarah panjang kemerdekaan Republik Indonesia. Yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan beberapa helai rambut. Untuk mengokohkan kedudukannya sebagai pemimpin perjuangan umat Islam tertinggi di Banjar bagian utara (Muara Teweh dan sekitarnya), maka pada tanggal 14 Maret 1862, bertepatan dengan 13 Ramadhan 1278 Hijriah, dimulai dengan seruan:

Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!”

Seluruh rakyat, pejuang-pejuang, para alim ulama dan bangsawan-bangsawan Banjar; dengan suara bulat mengangkat Pangeran Antasari menjadi “Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin”, yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.[6]

Tidak ada alasan lagi bagi Pangeran Antasari untuk berhenti berjuang, ia harus menerima kedudukan yang dipercayakan oleh Pangeran Hidayatullah kepadanya dan bertekad melaksanakan tugasnya dengan rasa tanggung jawab sepenuhnya kepada Allah dan rakyat.

Perlawanan terhadap Belanda 
Lanting Kotamara semacam panser terapung di sungai Barito dalam pertempuran dengan Kapal Celebes dekat pulau Kanamit, Barito Utara Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859.

gambar pahlawan pangeran antasari jakarta

Perjuangan yang dipimpin oleh Pangeran Antasari ini kemudian dikenal sebagai Perang Banjar yang berlangsung pada 1895 hingga 1905.

Perang Banjar dimulai ketika Pangeran Antasari bersama rakyat Banjar menyerang tambang batu bara yang dimiliki Belanda di wilayah Pengaron pada 25 April 1895. Karena perlawanannya, Pangeran Hidayatullah ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Cianjur.

Tertangkapnya Pangeran Hidayatullah membuat Pangeran Antasari kemudian naik tahta dan melanjutkan perjuangan untuk melawan Belanda bersama seluruh rakyat Banjar.

Ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Kemudian untuk lebih mengenalkan P. Antasari kepada masyarakat nasional, Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah mencetak dan mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari dalam uang kertas nominal Rp 2.000. Sebagai salah satu pemimpin rakyat yang penuh dedikasi maupun sebagai sepupu dari pewaris kesultanan Banjar.

Namun sampai perang selesai tidak seorangpun mau menerima tawaran ini. Kemudian kerangka ini dimakamkan kembali Komplek Pemakaman Pahlawan Perang Banjar, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Kompleks Makam Pangeran Antasari

Jika Pangeran Antasari selalu menekankan bahwa “Haram Menyerah” kepada musuh, maka semestinya ini bisa kita jadikan pencerahan untuk diri kita.

Pangeran Antasari adalah cucu dari Pangeran Amir yang gagal naik tahta pada tahun 1785.

Pangeran Antasari melanjutkan kepemimpinan di Kerajaan Banjar pada 14 Maret 1862 setelah Sultan Hidayatullah ditipu Belanda dengan menyandera ibudanya, Ratu Siti, lalu diasingkan ke Cianjur.

Sebagai pewaris Kerajaan Banjar dan sepupu Sultan Hidayatullah, Pangeran Antasari melanjutkan perjuangan rakyat Banjar dengan dikukuhkan pada 14 Maret 1862 yang dimulai dengan seruannya:

“Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!”

Dan diserukan oleh seluruh rakyat Banjar, para panglima Dayak, alim ulama, dan bangsawan-bangsawan di Banjar lalu mengangkatnya menjadi Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin yang berarti pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.

Perjuangan Antasari di Perang Banjar

Perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda dimulai ketika Sultan Adam yang saat itu sebagai pemimpin Kasultanan Banjar melakukan hubungan diplomatik dengan Belanda.

Menjelang wafatnya, beliau terkena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya setelah terjadinya pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung, Tundakan.

Makam Pangeran Antasari

Setelah terkubur selama lebih kurang 91 tahun di daerah hulu sungai Barito, atas keinginan rakyat Banjar dan persetujuan keluarga, pada tanggal 11 November 1958 dilakukan pengangkatan kerangka Pangeran Antasari.

Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha.

Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.

Silsilah Pangeran Antasari 
Semasa muda nama beliau adalah Gusti Inu Kartapati.

Pemberontakan yang dilakukan selama ini memang didalangi oleh Pangeran Antasari yang membuat dirinya semakin dikenal luas di wilayah Kalimantan.

Setelah serangan yang dilancarkan oleh Pangeran Antasari beserta rakyat Banjar, Belanda meminta bantuan dari Batavia untuk pasukan tambahan yang sudah dilengkapi dengan persenjataan yang cukup modern untuk menyerang balik.

Serangan Belanda yang semakin kuat ternyata membuat pasukan Antasari menjadi semakin terdesak dan membuatnya terpukul mundur hingga ke Muara Teweh.

Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil mendesak terus pasukan Khalifah. Hal ini juga menjadikan Perang Banjar secara resmi berakhir.

Bentuk Penghormatan kepada Pangeran Antasari

Uang Rp2000 |Flickr/Railfanz Argo Malabar


Berkat perjuangannya yang gigih untuk mempertahankan tanah Banjar, Pangeran Antasari memiliki tempat tersendiri bagi rakyat Banjar.

Ia juga wafat di tengah-tengah pasukannya yang terus berjuang hingga tidak tertipu oleh bujuk rayu Belanda pada 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang, dalam usia lebih kurang 75 tahun.

Dikutip dari civitasbook.com, setelah 91 tahun atas permintaan dari rakyat Banjar dan persetujuan keluarganya dilakukan pengangkatan kerangkanya pada tanggal 11 November 1958 yang kemudian dipindahkan untuk dimakamkan kembali Taman Makam Perang Banjar, Banjarmasin.

Atas perjuangannya terhadap tanah Banjar dan kemerdekaan Indonesia, Pangeran Antasari dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh Pemerintahan Republik Indonesia berdasarkan SK No.

06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968.

Namanya juga diabadikan menjadi sebuah nama Korem 101/Antasari dan menjadi julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari. Lahir dari ibu Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman dan ayah Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir. Inilah penjelasan dan biografi singk

Sejarah dan Sosial

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Pangeran Antasari


Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah.

Mengenal Pangeran Antasari dan Perjuangannya untuk Tanah Banjar

Pangeran Antasari adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Kalimantan Selatan. Nama Antasari diabadikan pada Korem 101/Antasari dan julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari.