Pelantikan luluk sumiarso biography
Home / Celebrity Biographies / Pelantikan luluk sumiarso biography
Akademi ini menjadi wahana bagi generasi muda untuk belajar, memahami, dan mewarisi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur.
2. Sedang Yogo Pratomo berdasar Perpres RI Nomor 72 tahun 2005 sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik.Acara pelantikan dihadiri beberapa anggota Komisi VII DPR RI, Deputi Menko Perekonomian, pejabat dilingkungan Departemen ESDM, Kepala BP Migas, Kepala dan anggota Komite BPH Migas, serta sejumlah direksi BUMN sektor ESDM.
Melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian kebudayaan adalah investasi berkelanjutan untuk menjaga identitas bangsa dan melestarikan warisan yang telah diwariskan oleh nenek moyang.
Sejumlah Pejabat Eselon Satu Departemen ESDM Dilantik
Rabu, 5 Juli 2006 - Dibaca 16446 kali
Para pejabat yang dilantik itu adalah Luluk Sumiarso sebagai Dirjen Migas (menggantikan Iin Arifin Tahkyan yang kini Wadirut PT Pertamina), Waryono Karno sebagai Sekjen Departemen ESDM (menggantikan Luluk Sumiarso), J Purwono sebagai Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (menggantikan Yogo Pratomo).Suryantoro sebagai Irjen Departemen ESDM (menggantikan Djoko Darmono yang memasuki masa pensiun), Irwan Bahar sebagai Kepala Badan Diklat Departemen ESDM (menggantikan Suryantoro), Novian Moezahar Thaib sebagai Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekonomi dan Investasi (menggantikan Waryono Karno).Evita Herawati Legowo sebagai SAM Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi menggantikan Irwan Bahar sedangkan Marwansyah Lobo Balia sebagai SAM Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup (menggantikan Hikman Manaf yang memasuki masa pensiun).Salah satu tokoh yang terlibat secara aktif dalam upaya tersebut adalah Bapak Luluk Sumiarso melalui pendirian Akademi Jati Diri. Pagelaran seni tari yang diadakan oleh paguyuban ini, yang diprakarsai oleh Luluk Sumiarso, telah berhasil menarik perhatian dunia atas kekayaan budaya Indonesia.
Awalnya, paguyuban ini dikenal sebagai Puspo Budoyo, namun seiring dengan permintaan untuk memperkenalkan tarian dari berbagai daerah di Indonesia ke luar negeri, nama tersebut diubah menjadi Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo.
Melalui platform digital, seperti situs web dan media sosial, Akademi Jati Diri merangkul generasi muda dengan metode yang sesuai dengan tren dan perkembangan teknologi saat ini.
6. Pemanfaatan Teknologi untuk Menjangkau Generasi Milenial
Demi memastikan bahwa pesan kebudayaan sampai kepada generasi milenial, Bapak Luluk Sumiarso memanfaatkan teknologi.
Kolaborasi dengan Komunitas Lokal dan Internasional
Bapak Luluk Sumiarso sadar bahwa melestarikan kebudayaan tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan program kebudayaan, tetapi juga memperkuat solidaritas dalam upaya pelestarian warisan budaya.
5. Artikel ini akan mengulas langkah-langkah inspiratif Bapak Luluk Sumiarso dalam mewujudkan visi melestarikan kebudayaan Nusantara.
1.
Hal ini dilakukan untuk mencerminkan keragaman seni dan budaya Nusantara yang mereka tampilkan. Pendirian Akademi Jati Diri sebagai Tonggak Penting
Bapak Luluk Sumiarso membuktikan kepeduliannya terhadap keberlanjutan kebudayaan Nusantara dengan mendirikan Akademi Jati Diri. Tujuan utama Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo adalah untuk melestarikan dan mengembangkan warisan seni Indonesia, serta memperkenalkannya kepada publik secara luas.
Dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional hingga kesenian campur sari yang dikembangkan dari grup Srimulat, Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo berusaha untuk menjadikan seni sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Selain dilanda sejumlah bencana yang masih belum mereda juga terdapat isu penting yang menjadi tantangan antara lain masalah penyediaan dan pendistribusian BBM dan listrik, subsidi BBM dan TDL serta substitusi BBM.
Bagikan Ini!
.
Oleh karena itu, ia gencar melakukan kolaborasi dengan komunitas lokal dan internasional. Mendorong Penciptaan Karya-Karya Kontemporer yang Berakar pada Budaya TradisionalBapak Luluk Sumiarso mengajak generasi muda untuk tidak hanya mewarisi, tetapi juga menciptakan karya-karya kontemporer yang tetap berakar pada budaya tradisional.
Pengembangan Program Edukasi Berbasis Kebudayaan
Bapak Luluk Sumiarso tidak hanya berhenti pada pendirian fisik Akademi Jati Diri, tetapi juga mengembangkan program edukasi berbasis kebudayaan. Ini menjadi cara inovatif untuk menjaga relevansi kebudayaan dalam dinamika perubahan zaman.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Bapak Luluk Sumiarso melalui Akademi Jati Diri, diharapkan kekayaan budaya Nusantara dapat terus berkembang dan diapresiasi oleh generasi mendatang.
Ia memahami bahwa setiap daerah di Nusantara memiliki keunikan tersendiri, dan melibatkan para generasi muda dalam proses ini merupakan langkah krusial dalam melestarikan keanekaragaman budaya yang ada.
3. Memperkenalkan Warisan Seni Indonesia ke Dunia Untuk itu diperlukan para pejabat yang memiliki pengalaman diberbagai bidang dilingkungan Departemen ESDM.Pada kesempatan tersebut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga mengingatkan bahwa disaat pelantikan pejabat saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang cukup berat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perubahan zaman dan potensi tergerusnya kekayaan budaya Indonesia. Mempertahankan Kearifan Lokal Melalui Akademi Jati Diri, Bapak Luluk Sumiarso menekankan pentingnya mempertahankan kearifan lokal. Melalui berbagai kreasi seni mereka, termasuk pertunjukan ketoprak yang disajikan dengan cara yang berbeda, mereka berharap dapat menyentuh hati dan pikiran setiap penonton, tanpa terkecuali. Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman budaya yang kaya, memiliki tantangan dan tanggung jawab untuk melestarikan dan mewariskan kekayaan tersebut kepada generasi mendatang.Luluk Sumiarso Puspo Budoyo
Sejak berdiri pada tahun 2003, Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo telah menjadi pelopor dalam mempopulerkan warisan seni Indonesia di ranah internasional.