Film wiro sableng pukulan mata hari biography

Home / Celebrity Biographies / Film wiro sableng pukulan mata hari biography

Sebelum di film, kami sudah saling kenal di dunia persilatan," kisah pesilat Yayan Ruhian, pemeran Mahesa Birawa dan koreografer laga film Wiro Sableng.

film wiro sableng pukulan mata hari biography

The film’s success has sparked interest in further adaptations of Indonesian literary and cultural works.

In conclusion, “Wiro Sableng 212” (2018) is a delightful blend of action, comedy, and fantasy that pays homage to Indonesian culture and martial arts. Bau badannya pesing.

Yayan Ruhian menjelaskan bahwa dalam silat ada tiga tingkatan, yakni lembut, keras, dan kasar.

Director Angga Dwimas Sasongko, in collaboration with the production team, creates a visually stunning world that captures the essence of the original book series.

Gita dan para pemain lainnya menjalani proses latihan koreografi laga selama dua bulan.

"Kalau bisa dibilang, dia ngejagain Pangeran.

Musuh bebuyutan Sinto Gendeng dan Wiro ini berbadan tegap, berwajah sangar dengan mata besar, dan kumis tebal melintang, serta berambut panjang.

Jurus andalan Mahesa Birawa:
  • Gada Rantai Berduri
  • Tongkat Besi Bercagak Dua
Ilmu dan pukulan andalan:
  • Semua ilmu ajaran Sinto Gendeng
  • Pukulan Kelabang Hijau


Dok Lifelike Pictures

Kala Hijau

Kala Hijau, dari golongan hitam, merupakan salah satu musuh Wiro Sableng.

With the help of 21 Century Fox, it's no wonder that this film has a classy taste.

Menurut Sherina Munaf pula, senjata andalan Anggini, Selendang Sutra Ungu, sudah mewakili wataknya, lembut tetapi tegas.

Bujang Gila Tapak Sakti selalu mengenakan baju dan celana terbalik, bagian depannya di belakang dan bagian belakangnya di depan.

KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES

"Buat saya pribadi, awalnya saat mendapat tawaran memerankan tokoh Mahesa, saya sendiri kaget. Aku benar-benar, pure, atlet taekwondo nasional, kurang-lebih hampir enam tahun," ucap perempuan dari Semarang ini.

"Mahesa ya itu seorang manusia durjana, ha ha ha.

"Kalau karakter Pangeran sendiri hampir enggak ada silat, karena kan anak kerajaan, ya gitu lah. Kayak anak kecil, tapi punya kesaktian yang cukup tinggi," ujar artis peran Fariz Alfarizi, yang memerankan karakter tersebut, kepada Kompas.com.

Ia mengatakan bahwa mendalami karakter Bujang Gila Tapak Saksi amat menarik. We flow through his journey (Wiro) from zero to hero with guidance from his master (Sinto).

"Ternyata, beda banget hawa ketika latihan dengan udah pakai kostum, make up, dan di set akan timbul dengan sendirinya. Jadi, saya merasa dekat dengan dia ketika latihan fisik," tuturnya.

"Ketika latihan fisik, saya merasa bisa jadi lebih dekat dengan Anggini. Semua anak buahnya memiliki Pukulan Sinar Beracun, yang mengakibatkan nyawa melayang.

But there are indeed some things that should make this film even better.